Al Yasini : Jurnal Keislaman, Sosial, hukum dan Pendidikan
https://journal.alyasini.ac.id/index.php/alyasini
<p><a href="http://ejournal.kopertais4.or.id/tapalkuda/index.php/alyasini/"><strong>Al Yasini: Jurnal Keislaman, Sosial, Hukum dan Pendidikan</strong></a> </p> <p>Published by the Al-Yasini Pasuruan Islamic College Lecturer Consortium in collaboration with Kopertais 4 Surabaya. Journal editors invite academics, lecturers, students and researchers to contribute in submitting scientific articles that have never been published in other journals. Manuscripts are typed with 1.5 cm spacing on A4 size paper with a length of between 20-25 pages, 7000-9000 words. Incoming manuscripts are evaluated by the editorial board and bestari partners. The editor can make changes to the published text for format uniformity, without changing the substance. Focus of study: Islam, Social, Law and Education, p-ISSN : <a href="https://portal.issn.org/resource/ISSN/2527-3175">2527-3175</a>, e- ISSN : <a href="https://portal.issn.org/resource/ISSN/2527-6603">2527-6603</a>, Frequency: January, March, May, July, September, November</p> <p><em>Indexing:</em> <strong><a href="https://scholar.google.com/citations?user=cdEzghMAAAAJ&hl=id">Google scholar</a> | <a href="http://moraref.kemenag.go.id/">Moraref </a> | <a href="https://app.dimensions.ai/details/publication/pub.1147358865?search_mode=content&search_text=10.55102%2Falyasini.v6i2.4443&search_type=kws&search_field=doi">Dimensi </a> | <a href="http://garuda.kemdikbud.go.id/">garuda</a> | <a href="http://doaj.org/">DOAJ </a>| <a href="http://www.scopus.com/home.uri">SCOPUS</a><a href="http://garuda.kemdikbud.go.id/"> </a> </strong><strong>,</strong> <em>URL</em>: <strong><a href="http://ejournal.kopertais4.or.id/tapalkuda/index.php/alyasini/" target="_blank" rel="noopener">http://ejournal.kopertais4.or.id/tapalkuda/index.php/alyasini</a></strong><strong>,</strong> <em>Articles Acces</em> : <strong><a title="Archives" href="http://ejournal.kopertais4.or.id/tapalkuda/index.php/alyasini/issue/archive" target="_blank" rel="noopener">ARCHIVES</a></strong><strong>,</strong> <em>Submit:</em> <strong><a href="http://ejournal.kopertais4.or.id/tapalkuda/index.php/alyasini/about/submissions" target="_blank" rel="noopener">http://ejournal.kopertais4.or.id/tapalkuda/index.php/alyasini/about/submissions</a></strong><strong>,</strong> <em>Email:</em> <strong><a href="mailto:ejurnalalyasini@gmail.com">ejurnalalyasini@gmail.com</a>,</strong></p> <p>Adress : <strong>Jalan Pondok Pesantren Terpadu Al-Yasini Areng-areng Wonorejo, Pasuruan 67173, Jawa Timur.</strong></p>Konsorsium Dosen Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Yasini Pasuruanen-USAl Yasini : Jurnal Keislaman, Sosial, hukum dan Pendidikan2527-3175Peran Pengawas dalam Membumikan Karakter Warga Sekolah pada Satuan Pendiikan di Kabupaten Musi Banyuasin
https://journal.alyasini.ac.id/index.php/alyasini/article/view/140
<p><em>Pendidikan karakter merupakan fondasi penting dalam peningkatan mutu pendidikan nasional, terutama di daerah dengan keragaman sosial, budaya, dan geografis seperti Kabupaten Musi Banyuasin. Penelitian ini mendeskripsikan peran pengawas sekolah dalam membumikan nilai-nilai karakter warga sekolah melalui supervisi akademik, supervisi manajerial, dan pembinaan profesional guru dengan pendekatan kualitatif dan desain studi kasus, melibatkan wawancara mendalam, observasi supervisi, serta telaah dokumen terkait implementasi pendidikan karakter. Hasil menunjukkan pengawas berperan signifikan dalam mengarahkan integrasi nilai karakter dalam perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran, memperkuat budaya positif sekolah melalui keteladanan, pembiasaan, dan regulasi internal, serta meningkatkan kapasitas guru melalui pendampingan berkelanjutan. Pengawas juga mendorong kolaborasi antara sekolah, orang tua, dan masyarakat untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang mendukung pembentukan karakter peserta didik. Kendala meliputi jumlah pengawas terbatas, cakupan binaan luas, variasi kompetensi guru, dan dukungan keluarga yang belum optimal. Secara keseluruhan, penelitian menegaskan peran strategis pengawas dalam membumikan karakter warga sekolah, tetapi efektivitasnya memerlukan penguatan kapasitas, inovasi supervisi berbasis teknologi, dan sinergi multipihak agar pendidikan karakter berjalan konsisten dan berkelanjutan</em></p>Asti Triasih Asti
Copyright (c) 2026 Al Yasini : Jurnal Keislaman, Sosial, hukum dan Pendidikan
https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0
2026-01-152026-01-1511011110.55102/alyasini.v11i01.140Peran Pendidikan Islam dalam Pencegahan Korupsi: Analisis Literatur Fiqh Jinayah dan Pendidikan Moral
https://journal.alyasini.ac.id/index.php/alyasini/article/view/151
<p>Korupsi merupakan persoalan multidimensional yang tidak hanya berdampak pada kerugian negara, tetapi juga merusak nilai keadilan, amanah, dan kepercayaan publik. Upaya pemberantasan korupsi memerlukan pendekatan preventif yang berorientasi pada pembinaan moral, salah satunya melalui pendidikan Islam. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran pendidikan Islam dalam pencegahan korupsi melalui kajian literatur fiqh jinayah dan pendidikan moral Islam. Penelitian ini menggunakan metode library research dengan teknik content analysis dan analisis tematik terhadap sumber-sumber utama, yaitu Hukum Pidana Positif dan Hukum Pidana Islam karya Ishaq dan Fadhli Muhaimin Ishaq, Ilmu Pendidikan Islam karya Ramayulis, jurnal pendidikan karakter Islam, serta kajian Al-Qur’an tentang korupsi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa korupsi dalam perspektif Islam memiliki padanan konsep dalam fiqh jinayah berupa ghulul, risywah, dan khianat amanah yang dikategorikan sebagai jarīmah ta‘zīr. Pendidikan Islam berperan strategis dalam pencegahan korupsi melalui internalisasi nilai kejujuran, amanah, keadilan, dan tanggung jawab. Integrasi pendidikan moral Islam dan kerangka hukum fiqh jinayah menjadi fondasi penting dalam membangun budaya antikorupsi yang berkelanjutan.</p> <p><strong>Kata kunci:</strong> pendidikan Islam, korupsi, fiqh jinayah, pendidikan moral, ta‘zīr</p>AnisWIDYA SARIKHADIJAH
Copyright (c) 2026 Al Yasini : Jurnal Keislaman, Sosial, hukum dan Pendidikan
https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0
2026-01-152026-01-151101262610.55102/alyasini.v11i01.151Strategi Komunikasi Verbal dalam Menerapkan Metode Yanbu’a di TPQ Al Amin
https://journal.alyasini.ac.id/index.php/alyasini/article/view/150
<p>Strategi Komunikasi Verbal dalam Menerapkan Metode Yanbu’a di TPQ Al Amin</p>Ery Fajarwaty PriyonoUmi Najikhah Fikriyati
Copyright (c) 2026 Al Yasini : Jurnal Keislaman, Sosial, hukum dan Pendidikan
https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0
2026-01-152026-01-151101353510.55102/alyasini.v11i01.150Harmoni Dalam Keberagaman; Analisis Sikap Menghormati Hari Raya Nyepi Melalui Pengurangan Suara Adzan dan Berjalan Kaki Menuju Masjid Di Bali
https://journal.alyasini.ac.id/index.php/alyasini/article/view/153
<p>This study examines the praxis of religious moderation as a fundamental pillar of social harmony in Bali, focusing on the adaptive attitudes of the Muslim community in Patas Village, Gerokgak District, Buleleng Regency, during the celebration of the Hindu Day of Silence (Nyepi). This qualitative case study aims to analyze the specific contributions of the Muslim community namely, adjusting the volume of the Adzan (call to prayer) and limiting the use of vehicles by walking to the Jami’ Nurul Falah Mosque in strengthening tolerance and interreligious harmony. The research employs C. Otto Scharmer’s U-Model analytical framework to map the collective transformation processes underlying these adaptive practices. The findings indicate that the harmony achieved in Patas Village is the result of a shared awareness rooted in the local value of Menyama Braya (kinship and togetherness) and grounded in the theological principle of Ushul Fiqh al-‘adatu al-muhakkamah (custom as a legal consideration). This transformative process moves from Downloading (the habitual practice of using full-volume loudspeakers during prayer) to Realizing (a new adaptive behavior) through Presencing, in which symbolic acts of sacrifice such as lowering the Adzan volume and walking instead of driving are accepted as manifestations of collective sincerity, as agreed upon by the Interfaith Harmony Forum (FKUB). These practices are also perceived as not diminishing the solemnity of worship. Such simple yet meaningful actions create a high-trust equilibrium, serving as an effective mechanism for conflict prevention. This study fills a gap in the existing literature by presenting a concrete model of tolerance that emerges from social interaction and the collective transformation of consciousness within a minority community in respecting the traditions of the majority.</p> <p> </p> <p><strong> </strong></p>Urfi Ainu Syirwan Rita Rahayuningsih, Muhammad Junaidi
Copyright (c) 2026 Al Yasini : Jurnal Keislaman, Sosial, hukum dan Pendidikan
https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0
2026-01-152026-01-151101434310.55102/alyasini.v11i01.153KODIFIKASI AL-QUR’AN DARI MASA NABI MUHAMMAD SAW HINGGA KHALIFAH UTSMAN BIN AFFAN (Dinamika, Kontroversi, dan Pembelaan Intelektual Muslim)
https://journal.alyasini.ac.id/index.php/alyasini/article/view/155
<p>Al-Qur’an sebagai wahyu Ilahi menempati posisi sentral dalam kehidupan umat Islam dan menjadi pedoman moral, spiritual, serta sosial sepanjang zaman. Sejak masa Nabi Muhammad SAW, proses pemeliharaan teks Al-Qur’an telah dilakukan melalui tradisi hafalan, penulisan, dan verifikasi langsung oleh Rasulullah. Penelitian ini membahas sejarah kodifikasi Al-Qur’an dari masa Nabi Muhammad SAW, Khalifah Abu Bakar Ash-Shiddiq, hingga masa Khalifah Utsman bin Affan, serta mengkaji kontroversi yang muncul seputar Mushaf Utsmani. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif melalui studi pustaka terhadap sumber klasik dan kontemporer. Hasil kajian menunjukkan bahwa proses kodifikasi Al-Qur’an berlangsung secara bertahap dan sistematis dengan tujuan menjaga keaslian teks wahyu. Pada masa Abu Bakar, kodifikasi dilakukan untuk menyelamatkan hafalan umat pasca Perang Yamamah, sedangkan pada masa Utsman, standarisasi dilakukan guna menghindari perpecahan bacaan di berbagai wilayah Islam. Kontroversi muncul akibat perintah Utsman untuk menyeragamkan bacaan dan membakar mushaf-mushaf lain, terutama terkait penolakan awal Ibnu Mas‘ud. Namun, mayoritas sahabat kemudian mendukung kebijakan tersebut setelah memahami tujuannya. Para intelektual Muslim klasik seperti Al-Zarkasyi dan As-Suyuthi serta pemikir modern seperti Manna‘ al-Qaththan dan Subhi al-Salih menilai bahwa Mushaf Utsmani merupakan hasil ijtihad jama‘i yang menjaga kemurnian wahyu, bukan bentuk intervensi manusia terhadap teks suci. Dengan demikian, penelitian ini menyimpulkan bahwa Mushaf Utsmani justru menjadi simbol kesatuan umat Islam dan bukti nyata terjaganya otentisitas Al-Qur’an sepanjang sejarah.</p> <p><strong><em>Kata Kunci:</em></strong><em> Kodifikasi Al-Qur’an, Mushaf Utsmani, Qirā’āt, Ibnu Mas‘ud, Keotentikan Wahyu</em>.</p>Mochamad Faidlul Abrori, Muhammad Alamul Huda,Muhammad Shohib
Copyright (c) 2026 Al Yasini : Jurnal Keislaman, Sosial, hukum dan Pendidikan
https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0
2026-01-152026-01-15110116116110.55102/alyasini.v11i01.155ANALISIS NILAI KARAKTER PEDULI LINGKUNGAN PADA SISWA KELAS III DI SDSI BAITURRAHMAN
https://journal.alyasini.ac.id/index.php/alyasini/article/view/154
<p>This study aims to analyze the value of environmental care character among third-grade students at SDSI Baiturrahman. The research employed a descriptive qualitative method with third-grade students as the subjects. Data were collected through observation, interviews, and documentation, and analyzed using the Miles and Huberman model, which consists of data reduction, data display, and conclusion drawing. The analysis focused on four main indicators: maintaining classroom and school cleanliness, caring for plants, supporting the go green program, and proper waste disposal. The findings reveal that most students have developed environmental awareness, although their consistency varies. In terms of cleanliness, some students were proactive in class duties and organizing facilities, while others still required teacher guidance. Regarding plant care, several students actively maintained the garden, but some only did so when directed. The go green program fostered solidarity and responsibility, though student involvement was uneven. In waste management, students were accustomed to disposing of trash properly, but waste separation was not optimal due to limited facilities. Overall, habituation, teacher role modeling, and adequate facilities play a key role in shaping environmental care character among elementary school students.</p>Jumilah , Dessy Setyowati, Yunika Afryaningsih
Copyright (c) 2026 Al Yasini : Jurnal Keislaman, Sosial, hukum dan Pendidikan
https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0
2026-01-282026-01-28110111511510.55102/alyasini.v11i01.154